Membaca, cahaya,
dan ruang.
Bagaimana penataan pencahayaan yang tepat dapat mengubah kebiasaan membaca menjadi lebih rileks.
Tinggal di negara tropis seperti Indonesia berarti kita sering dihadapkan pada cahaya matahari yang sangat kuat di siang hari. Berada di ruangan dengan jendela besar bisa menjadi sangat menyilaukan. Menarik tirai tipis untuk memecah cahaya langsung dapat menciptakan suasana yang jauh lebih tenang untuk membaca dokumen atau buku fisik.
Di sisi lain, saat hari mulai gelap, kita sering memaksakan diri membaca hanya dengan lampu ruangan utama. Padahal, posisi lampu yang berada di atas punggung kita sering kali menciptakan bayangan gelap tepat di atas halaman yang sedang dibaca.
Pengamatan tentang Posisi Cahaya
Membaca di Malam Hari: Menggunakan lampu meja dengan pendar hangat yang diarahkan langsung ke halaman buku (bukan ke mata) adalah hal kecil yang bisa diamati. Hal ini membantu teks terlihat lebih kontras.
Postur Tubuh: Sadarkah Anda bahwa pencahayaan yang buruk sering kali membuat kita tanpa sadar membungkukkan punggung untuk mendekatkan wajah ke buku? Memperbaiki cahaya sering kali secara otomatis memperbaiki postur kita saat duduk.
Jeda Membaca: Terlalu asyik membaca novel membuat kita lupa berkedip. Menutup buku sejenak setiap selesai satu bab untuk mengambil napas dan melihat sekeliling adalah bentuk apresiasi pada tubuh kita.